Kegundahan
dan kegelisahan apakah aku bisa hidup bersamamu, bisa bersanding
denganmu di Pelaminan, bisa bercanda tawa di setiap harinya bersamamu...
pertanyaan ini selalu terbesit dalam benak pikiranku, selalu menjadi
lamunan khayalanku, tapi pada akhirnya waktu yang ku nantikan telah
tiba, Degub Jantungku semakin cepat, butiran nasi terasa tak mau lewat
dalam tenggorokanku, kegelisahan melanda membuat aku tak bisa terlelap.
Pada Akhirnya tibalah waktu ini untukku mengucapkan Ikrar Suci di Depan
Penghulu, 21-11-2015 hari yang penuh Kebahagiyaan, penuh haru, penuh
suka cita, dan akhirnya detak jantung yang berdegub kencang, seakan
perlahan kembali normal, butiran nasi sudah mulai lalu lalang melewati
tenggorokan, suhu tubuh yang naik turun kembali kedalam keadaan normal.
Kebahagiyaanku
sungguh tak dapat ku gambarkan hari itu, akhirnya mimpi untuk hidup
bersamamu mulai bisa ku tata, apakah ini mimpi, apakah benar-benar sudah
menikah ??? (pertanyaan masih belum percaya), setelah kita lewati
lika-liku perjalanan yang kadang entah harus diapakah, yang terkadang
membuat kita ingin mengakhiri hubungan kita, hingga menghilang satu
diantara kita. iyaa kita sudah menikah saiyank, perlahan kita mengarungi
bahtera rumah tangga kita, mulai melewati hidup yang penuh suka Cita,
lika liku hidup yang sebenarnya, yang dibangun oleh dua insan yang penuh
Cinta.
Bahagiya
terus ya saiiyank bersamaku, jangan lupa Bersyukur, karna dalam setiap
Syukur kita Allah akan menambahkan nikmat dan kebahagiyaan pada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar