Jumat, 19 Februari 2016

IJAB QOBUL

Kegundahan dan kegelisahan apakah aku bisa hidup bersamamu, bisa bersanding denganmu di Pelaminan, bisa bercanda tawa di setiap harinya bersamamu... pertanyaan ini selalu terbesit dalam benak pikiranku, selalu menjadi lamunan khayalanku, tapi pada akhirnya waktu yang ku nantikan telah tiba, Degub Jantungku semakin cepat, butiran nasi terasa tak mau lewat dalam tenggorokanku, kegelisahan melanda membuat aku tak bisa terlelap. Pada Akhirnya tibalah waktu ini untukku mengucapkan Ikrar Suci di Depan Penghulu, 21-11-2015 hari yang penuh Kebahagiyaan, penuh haru, penuh suka cita, dan akhirnya detak jantung yang berdegub kencang, seakan perlahan kembali normal, butiran nasi sudah mulai lalu lalang melewati tenggorokan, suhu tubuh yang naik turun kembali kedalam keadaan normal. 
Kebahagiyaanku sungguh tak dapat ku gambarkan hari itu, akhirnya mimpi untuk hidup bersamamu mulai bisa ku tata, apakah ini mimpi, apakah benar-benar sudah menikah ??? (pertanyaan masih belum percaya), setelah kita lewati lika-liku perjalanan yang kadang entah harus diapakah, yang terkadang membuat kita ingin mengakhiri hubungan kita, hingga menghilang satu diantara kita. iyaa kita sudah menikah saiyank, perlahan kita mengarungi bahtera rumah tangga kita, mulai melewati hidup yang penuh suka Cita, lika liku hidup yang sebenarnya, yang dibangun oleh dua insan yang penuh Cinta.
Bahagiya terus ya saiiyank bersamaku, jangan lupa Bersyukur, karna dalam setiap Syukur kita Allah akan menambahkan nikmat dan kebahagiyaan pada kita.